penulisliarGigi Busuk pun menjadi inspirasi

Saya sering berdiskusi bersama rekan-rekan yang sehari-hari berinteraksi dengan saya. Dari yang serius sampai yang sekedar guyon. Baik dilingkungan kerja maupun dimana saja. Terkadang saya kagum dengan beberapa rekan yang memiliki kepiawaian berbicara. Mereka bisa menelurkan gagasannya dengan leluasa. Tak jarang orang-orangpun ikut seperti saya, terkagum dengan pemikiran-pemikiran yang ia telurkan. Terdapat beberapa figur seperti itu, yang bahkan tak jarang telah diposisikan sebagai tokoh masyarakat di kota-kotanya. Kekuatan pengaruhnya telah menempatkan ia menjadi tokoh ditengah orang-orang yang menerima ‘pengaruhnya’.

Secara reflektif, muncul rangsangan dari dalam diri saya sendiri untuk memilih sikap tidak terlalu banyak bicara. Namun memilih untuk lebih banyak merenung, berpikir, menulis dan mencoba aplikasikan dalam hidup. Dalam hal ini, terkadang juga saya komparansikan dengan biografi beberapa tokoh terkenal dikenal, semisal Nietzsche. Lepas dari setuju dan tidaknya kita terhadap ide yang ia usung, namun saya memetik satu pattern yang ia pegang dalam menulis. Seolah ia membiarkan semua idenya bergulir, menari dalam kecamuk perang di medan pikirannya.

Lantas, saya melongok pada Kahlil Gibran. dengan gaya semrawutnya ia berpuisi—di mata saya justru berfilsafat–. Tentang hidup, tentang yang ia amati sehari-hari. Hingga gigi busuk pun menjadi inspirasi penting untuknya.

Yang dilakukan oleh mereka, menggerakkan. Menggerakkan inspirasi hingga menggerakkan ayunan tangan dan kaki pembaca tulisan-tulisannya. Sebentuk gerak yang mengarah pada tujuan indah: keyakinan. Mereka menghipnotis dengan gaya orisinil yang mereka miliki. Terkadang terlihat nyentrik, sesekali beberapa orang menyebut mereka seperti kehilangan arah. Tapi justru tulisan-tulisan yang mereka miliki seolah menjadi penegas: angin tidak bertiup dari dan ke satu arah.

Menulislah dengan liar–jika anda setuju dengan pandangan saya–. Saya kira, spesialisasi, kendati penting dari satu sisi. Tapi di sisi lain juga bisa menjadi bendungan angkuh yang tertutup erat untuk pikiran mengalir dalam tulisan-tulisan. Bermunculan stagnansi. Bertabur tulisan dari egoisme dan subjektifitas yang kita klaim objektif yang kita jejalkan pada orang-orang yang mengijinkan dirinya membaca ‘perlontean’ yang kita lakukan. Sedangkan orang yang membacanya kernyitkan dahi tanpa mengerti apa-apa, sedangkan kita larut dalam bangga. Semoga tidak terjadi onani penulisan. Namun, mewujudlah semua tulisan itu sebagai energi untuk mereka.


0 Responses to “Inspirasi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Indonesian Muslim Blogger

KALENDER

December 2016
M T W T F S S
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

KATEGORI TULISAN

SEMUA TULISAN


%d bloggers like this: