14
Dec
09

Bank Syariah: Bunga Tidak Haram

Bagaimana kalau Bank Syariah menjalankan kebijaksanaan untuk nasabahnya, dengan membuka diri untuk juga bersedia memberi bunga?

Tetapi sebentar dulu, saya tidak ingin anda membaca tulisan saya ini dengan kening mengerut. Toh, seseorang yang cerdas tidak selamanya identik dengan kening yang mengerut bukan?

Nah, saya mengajak anda dulu untuk membayangkan bunga dari perspektif lain. Bunga yang sebenarnya, bukan bunga seperti yang umumnya dikenal dalam dunia perbankan. Tetapi memang bunga yang enak dipandang, menyejukkan mata dan hati, plus menyenangkan. Baik dengan aromanya yang harum, hingga bentuknya yang memang indah.

Kenapa saya mengajak seperti itu. Tidak lain, agar kita tidak lagi mengatakan bunga itu haram (nah lho?). Tetapi justru mencoba mengambil nilai filosofi dari bunga. Iya, dari bunga (bukan bunga bank). Kenapa saya menyebut demikian, apalagi iramanya memang terlihat sedikit menggurui. Sedangkan jamak diketahui, personel di Bank Syariah pastilah orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Memiliki kualifikasi yang memang dibutuhkan untuk menjalankan usaha perbankan dalam skala besar.

Dalam hal ini, saya tidak berniat untuk menyepelekan semua kapasitas yang dimiliki perbankan syariah sebagai kekuatannya. Namun lebih mencoba melihat dari perspektif, bahwa bank ini dijalankan oleh manusia dan untuk manusia. Utamanya pada sisi layanan—karena berbicara layanan (atau pelayanan?)—, menyimak dari berbagai tulisan yang pernah turun di iB Competition saja, begitu banyak yang mengeluarkan keluhan yang berhubungan dengan (pe)layanan dari Bank Syariah. Ini idealnya harus dilihat betul.

Oke, lembaga ini tidak menjalankan kebiasaan mengambil atau memberikan ‘bunga’ kepada nasabah. Namun, dalam hal layanan kalau bisa, mbok ya (spesifik dalam hal pelayanan) diusahakan yang betul-betul mencerminkan filosofi bunga. Menyenangkan, enak untuk dilihat nasabah, menyejukkan nasabah dan betul-betul bisa menebar harum sekuntum bunga —harumnya Bank Syariah—. Bagaimana kondisi pelayanannya, sekali lagi harus betul-betul dilihat ulang dengan jujur. Karena ini juga berkait juga dengan persoalan sustainabilitas relasi baik antara Bank Syariah dengan nasabah. Saya sengaja tidak menjurus langsung untuk menohok. Namun, saya kira pihak pengelola Bank Syariah cukup kapabel untuk memahami arah ‘obrolan’ saya—yang juga nasabah Bank Syariah—.

Kuntum khaira ummati ukhrijat lin-naas, ta’muruuna bil ma’ruuf wa tanhauna anil munkar


0 Responses to “Bank Syariah: Bunga Tidak Haram”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Indonesian Muslim Blogger

KALENDER

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

KATEGORI TULISAN

SEMUA TULISAN


%d bloggers like this: