28
Oct
09

Tertarik Miliki Anak, Enggan Beristri

sungaiSatu hal yang tidak bisa saya lepaskan dari ingatan. Ketika beberapa rekan saya yang tahun-tahun lalu sama statusnya dengan saya meminta pandangan saya terkait niat menikah. Disana, dengan ekspresi sebijak mungkin, dengan irama bicara yang meyakinkan. Mengalirlah saran-saran dari saya untuk mereka. Kegemaran saya membaca buku-buku yang berhubungan dengan psikologi, filsafat menemui salurannya. Efek selanjutnya, mereka mengangguk dan tidak lama saya menerima undangan pernikahan dari mereka.

Sering saya tersenyum sendiri membayangkan itu. Kadang, saya merasa cerdas didepan orang dan “goblok” didepan diri sendiri. Buktinya, dari semua sugesti yang saya miliki untuk mempengaruhi di diri sendiri, tidak satupun yang bisa saya pergunakan untuk bisa “merangsang” diri untuk juga melakukan sebuah ‘kebaikan’, menikah.

Kemudian, beberapa rekan yang peduli dengan saya, terus saja mengompori untuk saya menikah. Yang terjadi, saya masih memilih untuk membatu. Tidak jarang juga mencari-cari pembenaran, bahwa pilihan saya untuk belum menikah adalah lebih baik. Sesekali, saya mengekspresikan diri seolah saya betul-betul tidak memiliki sumber ekonomi yang lebih menjamin untuk sebuah rumah tangga.

Kemudian, beberapa kali mengatakan dengan ‘jujur’, bahwa saya masih ingin menikmati hidup sendiri. Dengan pilihan ini, saya merasa lebih leluasa berekspresi. Apalagi idealisme saya juga bicara, bahwa  ketika menikah maka menjadi sebuah ‘hukum wajib’ untuk lepas dari keakuan yang selama ini memang malah saya banggakan. Memiliki keharusan untuk memiliki pola pikir yang lebih meng-kita.

Tapi, seterusnya saya malah merasa lebih sering membohongi diri sendiri. Kenapa? Iya, sejujurnya saya juga merasa iri dengan rekan-rekan saya yang sudah memiliki anak. Bisa bercengkrama dengan istri. Memiliki seseorang yang mencintai dan mendapat tempat mengekspresikan cinta. Tapi, hingga saya alirkan tulisan ini, tetap saja belum tumbuh satu ketertarikan tegas untuk menikah. Untuk menghibur diri lantas saya menulis status di Facebook: tertarik punya anak, tapi belum tertarik untuk punya Istri


0 Responses to “Tertarik Miliki Anak, Enggan Beristri”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Indonesian Muslim Blogger

KALENDER

October 2009
M T W T F S S
    Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

KATEGORI TULISAN

SEMUA TULISAN


%d bloggers like this: