28
Oct
09

Tentang Keperjakaan, Tidak Penting?

ohowPernah, seorang rekan yang menganut pemikiran free sex melegitimasi pilihannya dengan seuntai kalimat,”kan, kalo kita laki-laki mau perjaka atau tidak lagi tetap sama saja. Tidak ada tanda juga kan? Kenapa harus dibawa susah.” Saat itu sejujurnya timbul geram saya terhadapnya.

Jelas, selama ini yang sering diumbar oleh umumnya laki-laki, tentu juga termasuk saya sendiri adalah, keinginan untuk mendapatkan istri yang masih virgin. Kalau memungkinkan, beberapa rekan mengimpikan untuk mendapat yang sama sekali belum pernah tersentuh oleh siapapun. Termasuk rekan tadi yang sudah dengan tenang melayangkan keperjakaannya pada mantan pacarnya, ia mengatakan juga menginginkan istrinya kelak masih yang tetap virgin. Menyimak pemandangan pemikiran seperti itu, seperti biasa, saya tidak langsung mengdebatnya. Namun hanya mencoba melakukan semacam refleksi, hari gini masih saja ada laki-laki yang sepengecut itu. Berani merusak diri, tetapi ingin mendapatkan yang “masih baik”, saya melihatnya tegas egois.

Beberapa kasus terjadi, beberapa kenalan dengan leluasa menceritakan bahwa persoalan keperjakaan itu jangan dijadikan sebagai sebuah persoalan yang terlalu serius,”toh jaman udah gila. Kalopun kita ngotot untuk pertahankan ini semua, apakah kita bisa jamin kelak akan mendapat seorang istri yang masih virgin seperti yang kita inginkan. Dunia sudah begitu longgar Bro.” Rekan ini mencoba mengdikte saya dengan alasan saya terlalu keras kepala dalam hal idealisme. Namun, beberapa tahun kemudian rekan ini berujar kepada saya, saat ia sudah berhasil mendapatkan seorang istri yang masih virgin kendati ia sudah tidak perjaka,”aku masih terus saja dihantui rasa bersalah sekali Bro pada istri saya,”

Ada raut gundah yang teramat dalam dihati mereka. Kasus senada terjadi pada rekan lain, “aku selalu dihantui oleh rasa, bahwa mungkin saja kelak istriku akan berselingkuh,” Dan benar saja, tak lama saya mendapat kabar bahwa istrinya melakukan perselingkuhan. Entahlah bagaimana masing-masing kita memandang pilihan idealisme demikian sekedar idealisme, ataukah memang ingin memilih menjadi laki-laki jujur. Karena, saya yakin nurani kita semua mengakui, setiap kebaikan akan selalu saja mendapat balasan yang sama. Itupun bila kita yakin.

Nah, jika hari ini keperjakaan itu masih terjaga, simpan baik-baik sampai menikah. Dan berikan hanya kepada istri. Maaf, jika saya terlalu menggurui


0 Responses to “Tentang Keperjakaan, Tidak Penting?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Indonesian Muslim Blogger

KALENDER

October 2009
M T W T F S S
    Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

KATEGORI TULISAN

SEMUA TULISAN


%d bloggers like this: